2 0 1 4.
dan di tahun yang baru ini gw memulai dengan mendekatkan kembali diriku ke seseorang yang tadinya ku pikir hampir kehilangan dia. Namun, aku salah. Ternyata sosok yang selama ini selalu aku rindukan tak pernah benar-benar hilang. Tetap ada disana, hanya sempat menjauh. Seperti sebuah kapal yang berlayar, namun sekarang telah menepi lagi.
Dia...
dia yang bayangnya selalu hadir dan tak pernah lekang oleh waktu. Tak peduli apapun itu yang memisahkan ragaku dan raganya. Aku memikirkan dia, merindukan dia lebih dari yang mungkin ia pikirkan. Ia telah menjadi bagian dari diriku, menyatu seperti itu dan sukar untuk dilepakan begitu saja. Makanya, aku akan melakukan apapun yang diharuskan agar tak kehilangan dia. Karna itulah janji yang kau pegang teguh saat kau sadar kau mulai menyayangi seseorang setulus hatimu meski saat kau sadar ia tak kau miliki sebagai kekasih.
Semuanya baik-baik saja antara kami berdua. Tiada lagi yang dapat memenangkan batinku yang sudah kelimpungan tak terarah ini selain mengetahui itu semua. Rasanya sekarang aku dapat berdiri lebih tegak, melihat dengan lebih jelas, tidak merasa tersesat seperti dulu saat dia jauh. Sekarang aku berasa lebih aman dan mempunyai kontrol sepenuhnya atas diriku.
Namun ada sisi bagian lain dari hidupku dimana aku tidak dapat melihat dengan jelas, maka dari itu aku belum dapat menentukan arah kemana kakiku akan kubawa melangkah selanjutnya.
Kehadiran seseorang baru itu, yang kurasa sesekali mencuri waktu memusatkan pandangannya terhadapku meski hanya kurang dari semenit. Membuatku juga mau tak mau ingin memastikan ada apa sebenarnya. akupun jadi balik memerhatikan dia. Secara tidak sadar, perhatianku mulai perlahan tertarik.
To be continued...